Ende, Koranntt.com – Sejumlah kasus Covid-19 yang terjadi akhir-akhir ini di Kabupaten Ende membuat masyarakat bertanya tentang kejelasan penanganan penyakit menular tersebut.
Kasus kematian MNS dengan status probable Covid-19, meninggalkan tanda tanya besar bagi keluarga dan masyarakat Kabupaten Ende, tentang kejelasan standar penanganan pasien Covid-19.
Selain itu, pengaduan dari masyarakat tentang dugaan tidak adanya sosialisasi dari Pemda terkait penguburan jenazah yang terpapar Covid-19 pun belum direspon Satgas Kabupaten Ende.
Sejumlah persoalan ini memantik reaksi dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ende, Fraksi Partai Demokrat, Mahmud Dejha.
Saat diwawancarai Koranntt.com, pada, Rabu (03/02/2021) di Jl. Gatot Subroto, Mahmud Dejha mengatakan, semestinya instansi terkait betul-betul memperhatikan standar pelayanan yang tepat sesuai dengan Prokes Covid-19.
Instansi terkait diminta untuk menyediakan alat pelindung diri (APD) bagi keluarga yang menjaga pasien terpapar Covid-19. Jika ini tidak dilakukan, tentu akan merugikan masyarakat.





Tinggalkan Balasan